06
Mar

Workshop Evaluasi Hasil Pelaksanaan Verifikasi Lapangan dalam Rangka Identifikasi dan Inventarisasi Lahan Terkontaminasi Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya di Pulau Kalimantan Balikpapan, 19-20 Juli 2017

Pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3 merupakan serangkaian kegiatan penanganan lahan terkontaminasi yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pemantauan untuk memulihkan fungsi lingkngan hidup yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan hidup dan/atau kerusakan lingkungan hidup

Tahap awal dari pelaksanaan pemulihan lahan terkontaminasi Limbah B3 salah satunya adalah melalui identifikasi dan inventarisasi lahan terkontaminasi Limbah B3 secara menyeluruh di wilayah Indonesia. Kegiatan identifikasi dan inventarisasi lahan terkontaminasi Limbah B3 ini dilaksanakan sejak tahun 2015 dengan fokus lokasi pulau yang berbeda dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017 ini kegiatan identifikasi dan inventarisasi lahan terkontaminasi Limbah B3 difokuskan di Pulau Kalimantan karena diperkirakan potensi adanya lahan terkontaminasi Limbah B3 di wilayah ini relatif besar.

Peserta workshop ini meliputi wakil dari pemerintah daerah Provinsi,  Kabupaten/Kota di Pulau Kalimantan dan Pusat Pengendalian Pengembangan Ekoregion (P3E) Kalimantan yang berjumlah kurang lebih 70 peserta. Workshop diadakan di Hotel Aston, Kota Balikpapan dan dibuka oleh Plt. Dirjen PSLB3, Bapak Karliyansyah. Sementara nara sumber dalam workshop ini diisi oleh Direktur PKTDLB3 yang menyampaikan materi mengenai kebijakan pemulihan lahan terkontaminasi Limbah B3 di Indonesia, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) sebagai instansi yang  dapat memberikan review dan input hasil identifikasi dan inventarisasi lahan terkontaminasi Limbah B3 Wilayah Kalimantan, dan Direktur Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi KLHK sebagai unit yang menerapkan sanksi administrasi terhadap penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan yang melakukan kontaminasi lahan. Sementara pihak Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupatan/Kota, yang diwakili oleh instansi lingkungan hidup Provinsi/Kabupatan/Kota memberikan tanggapan tindak lanjut tentang pelaksanaan dan hasil evaluasi identifikasi dan inventarisasi lahan terkontaminasi limbah B3.

Dalam pembukaannya Plt. Dirjen PSLB3 menyampaikan bahwa peningkatan luas area lahan terkontaminasi Limbah B3 yang telah dipulihkan sangat signifikan dalam periode tahun 2012-2014. Dari luas total 103 ribu m² dengan tonase 129 ribu ton pada tahun 2012, menjadi 2,5 juta m² dengan tonase 33 ribu ton ditahun 2013 dan 2,7 juta m² dengan tonase 243 ribu ton pada tahun 2014. Pada tahun 2015 terdapat penurunan luasan lahan terkontaminasi Limbah B3 yang dipulihkan yaitu sekitar 65 ribu m² namun secara tonase pada tahun 2015 adalah yang terbesar berhasil dipulihkan yaitu dengan tonase 388 ribu ton (proses pemulihan selama kurun waktu 2012-2015). Sedangkan lahan yang telah dipulihkan untuk tahun 2016, adalah 14 Ha dengan jumlah Limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah dikelola sebanyak 220.490,87 ton. Untuk itu diperlukan pendataan lebih lanjut secara lebih komprehensif melalui identifikasi dan inventarisasi  terhadap lahan terkontaminasi Limbah B3 di setiap wilayah kabupaten/kota dari sisi luasan, kedalaman dan nilai besaran kontaminannya.

Keluaran dari workshop ini adalah diperoleh data dan informasi final, akurat dan lengkap mengenai lahan terkontaminasi limbah B3 di Pulau Kalimantan terutama untuk wilayah-wilayah yang telah dilaksanakan verifikasi lapangan sebagai bahan kebijakan pemulihan lingkungan, dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keahlian pihak pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dalam mengidentifikasi dan menginventarisasi lahan terkontaminasi limbah B3 di wilayah masing-masing, dan memastikan tindak lanjut yang akan dilaksanakan oleh Provinsi/Kabupaten/Kota setelah workshop ini selesai dilakukan.

Pemerintah provinsi dalam hal ini akan melakukan pembinaan terhadap Pemerintah Kabupaten/Kota dalam hal perencanaan dan pelaksanaan pengawasan identifikasi dan inventarisasi lahan untuk dilaporkan kepada KLHK. Sedangkan Pemerintah Kabupaten/Kota agar melakukan pengawasan terhadap tindak lanjut yang harus dilakukan penananggung jawab usaha dan/atau kegiatan sebagai hasil workshop ini. Selain itu Pemerintah Kabupaten/Kota juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan usaha-usaha yang berpotensi mengakibatkan kontaminasi lahan.

Leave a Reply

You are donating to : Greennature Foundation

How much would you like to donate?
$10 $20 $30
Would you like to make regular donations? I would like to make donation(s)
How many times would you like this to recur? (including this payment) *
Name *
Last Name *
Email *
Phone
Address
Additional Note
paypalstripe
Loading...